Senin, 21 Februari 2011

Perempuan dalam Goresan Pena

Perempuan dalam goresan pena
Serupa kembang tak bertuan
Menyiratkan sejuta tanya
Yang berpalung dari dalam jiwa
Siapa dia?
Ku ingin tahu

Perempuan dalam goresan pena
Fatamorgana dalam sebuah rasa
Berselimut bayang asmara
Memandang wajahmu adalah siksa
Mendengar namamu adalah derita

Hey, entah kenapa
Lama-lama bunga itu mekar
Terus tumbuh
Untuk tampil dengan gagahnya
Lantang menantang masa lalu
Akankah ini terus bertahan?

Ah, terlalu bodoh untuk diriku
Bercinta dengan misteri
Hanya mampu berimaji
Lalu, kututup kembali pintu itu
Hingga ada peri kecil
Membuka dengan cahayanya
Tak terang,
Namun cukup menjadi pelita
Saat ku tak mampu
Menjadi bintangku sendiri